Anji, Pelantun Lagu Bidadari Tak Bersayap di Sidang

Foto : Polanusa/Iman Mulyono.

Bandung, Polanusa – Pelantun lagu berjudul “Bidadari Tak Bersayap”, Erdian Aji Prihartanto, yang lebih populer dengan nama panggung Anji menjadi terdakwa dan harus menjalani persidangan di Pengadilan Musik DCDC ke-15 yang digelar di Kantin Nation, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jumat (15/09/2017) malam.

Eits, tapi tenang dulu. Teman Anji tak perlu khawatir atas persidangan tersebut, sebab ini bukan persidangan hukum dengan tindak pidana atau kejahatan layaknya persidangan pada umumnya. Pengadilan Musik merupakan program yang diadakan DCDC‎ untuk menguji kredibilitas dari musisi-musisi aktif dan potensial, agar para pegiat seni khususnya musik dapat bertanggung jawab hingga dapat dinyatakan layak dengar.

Anji mungkin sudah menjadi salah satu penyanyi yang digandrungi ‎banyak orang, tetapi lain halnya ketika melirik opini dari para tokoh dibalik meja hijau Pengadilan Musik. Kesuksesan Anji belum tentu cukup memberi bukti untuk para perangkat persidangan yang selalu kritis. Secara faedah, estetika, hingga analisa ilmiah, Anji harus mampu bicara atas nama karyanya.

Pengadilan Musik kali ini dipimpin Hakim Tunggal Man Jasad yang dibantu Roni Urban sebagai Panitera. Anji dihadapkan kepada Pidi Baiq dan Budi Dalton sebagai Jaksa Penuntut yang mengulas secara dalam lagu “Bidadari Tak Bersayap”. Sementara Eddy Brokoli dan Yoga PHB, hadir dan menjadi Pembela Anji dalam persidangan.

Pada persidangan yang penuh percakapan ringan dalam bentuk pengadilan tersebut, Anji dihakimi dengan berbagai pertanyaan terkait inspirasi serta konsep dari lagu “Bidadari Tak Bersayap” yang dilayangkan Penuntut Budi Dalton dan Pidi Baiq.

Anji mengungkapkan, lagu “Bidadari Tak Bersayap” adalah single terbaru yang dirilis bulan Mei lalu, dan merupakan melodisasi kisah tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta pada seorang perempuan, dan berharap kisah cinta mereka bertahan hingga akhir hayat.

“Bidadari Tak Bersayap ini adalah sequel dari lagu sebelumnya yang berjudul “Dia”.‎ Jadi kalau bertanya “Bidadari Tak Bersayap” itu siapa, jawabannya Dia,” kata Anji saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Musik.

Untuk konsepnya sendiri, Anji menjelaskan kenapa bidadari dalam lagu tersebut tak bersayap. Menurutnya, itu agar bidadari tersebut tak kemana-mana dan selalu setia menemani dirinya.

“Bidadari tak bersayap agar dia tak kemana-mana dan biar di samping saya terus. Saya gak pengen dia kemana-mana, jadi dia tak bersayap,” kata dia.

Lebih jauh, Anji juga memaparkan bahwa ada pesan positif tersendiri yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut. Selain tentang pengharapan kesetiaan cinta sampai akhir hayat, lagu tersebut juga berpesan bahwa menjadi “single” sampai akhirnya mendapatkan seseorang yang spesial itu menyenangkan.

“‎Pengen lebih mengukuhkan lagi kalau jadi single itu menyenangkan. Tapi berbagi hidup dengan orang lain, itu lebih seru. Makanya ada bidadari tak bersayap supaya bukan hanya pacaran doang,” kata dia.

Atas keberhasilan Anji dalam‎ menghasilkan karya terbaiknya. Tim Penuntut Budi Dalton dan Pidi Baiq, serta Hakim Tunggal Man Jasad menyatakan lagu-lagu yang dinyanyikan terdakwa Anji, layak dengar.

***Iman Mulyono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *