Bermodal Buku Pinjaman, LPBI NU Dirikan Taman Baca Untuk Anak Pengungsi Gunung Agung

Dasa Yoga mengajari anak-anak pengungsi di “Taman Baca” Pos NU Peduli, Desa Buitan, Karangasem, Sabtu (30/9/2017). (Foto : Polanusa/Mahmud Hamdani).

Karangasem (Bali), Polanusa – Memasuki hari ke enam bertugas di tempat pengungsian “Awas Gunung Agung”, Sabtu,   tim assesment LPBI NU  sudah dapat  gambaran singkat terkait kebutuhan para pengungsi.

“Baik orang dewasa maupun anak-anak. Personil yang sedikit, membutuhkan kerjasama tim yang lugas dan padu,  serta berbagi peran dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan,” kata relawan LPBI NU Dasa Yoga, di posko NU Peduli, Desa Buitan, Karangasem, Sabtu.

Dasa Yoga yang merupakan putra Bali dengan latar belakang keterampilan seni mampu  memfasilitasi keberlangsungan pelatihan keterampilan pada anak-anak di  pengungsian, kendati tugas itu tidak secara khusus diberikan LPBI  kepadanya.

“Jadi tanpa komando pun sudah bergerak  untuk betkomunikasi dengan semua komunitas,” katanya.

Dasa Yoga sedang meminjam buku-buku ke Clara. (Polanusa/Mahmud Hamdani).

Selain itu, menurut Dasa Yoga, di sekitar Pos NU  Peduli,  ternyata ada juga komunitas lain  yaitu Komunitas Lumbing Damuh yang  yang digawangi oleh Tania warga negara Belanda dan Clara Lo  berwarga negara Kanada keturunan Hong Kong.

“Mereka bergerak pada ranah lingkungan hidup, saya datangi, dengan maksud meminjam beberapa buku bacaan  untuk anak-anak,” ungkap dia.

Dengan berbekal beberapa buku pinjaman  itu,  Dasa membuat Taman Baca sederhana di pos NU Peduli, persis sebelah pos pengungsi,  menghadap kearah laut sehingga bunyi deburan ombak pun terdengar nyata digendang telinga kita, karena hanya  puluhan meter saja untuk sampai di bibir pantai Buitan.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan anak-anak untuk mengurangi rasa sepi di pengungsian, sambil baca-baca buku, mereka juga berlatih melinting atau  memilin kertas koran, jadi anak-anak waktu luangnya terisi dengan baik,” terang Dasa.

Dasa Yoga (tegah) bersama Tania (kiri) dan Clara. (Polanusa/Mahmud Hamdani).

Pucuk dicinta ulam pun tiba, begitulah kata pepatah, Clara dari Komunitas Lumbing Damuh bersedia meluangkan waktunya untuk mengajari anak-anak pengunsi.

” Besok pagi anak-anak mau diajak belajar bahasa Inggris,  yang ngajar Clara dan Kakak teman saya,” ucap Dasa, sumringah.

“Kemudian dilanjutkan dengan memunguti sampah plastik di pantai sekitar pos pengungsian,” pungkasnya.

Baca juga : “Tim LPBI NU Latih Anak-Anak Pengungsi Membuat Prakarya“.

***Mahmud Hamdani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *