Polda Metro Terus Buru Pendemo Rusuh di Kantor Kemendagri

Aksi unjuk rasa kelompok massa dari Barisan Merah Putih Papua pimpinan Wati Martha Kogoya yang berakhir rusuh di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu (11/10/2017). (Polanusa/Istimewa).

Jakarta , Polanusa – Petugas Polda Metro Jaya masih memburu pendemo lainnya yang bertindak rusuh di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu (11/10/2017).  “Kita masih kejar pelaku lainnya yang diduga akan bertambah,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta di Jakarta Kamis.

Nico mengatakan, sebelumnya petugas Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 pelaku pengrusakan di Kemendagri.

Sebelumnya Kantor Kementerian Dalam Negeri diserang sekelompok massa yang mengatasnamakan pendukung calon Bupati Tolikara, Papua John Tabo dan Barnabas Weya.

Awalnya, massa yang berjumlah puluhan orang itu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kemendagri sejak Rabu pagi, menuntut Mendagri Tjahjo Kumolo mengesahkan pasangan John Tabo-Barnabas Weya.

John Tabo dan Barnabas kalah suara dalam Pilkada Tolikara 2017. Keduanya lantas mengajukan gugatan ke MK atas sengketa hasil Pilkada namun tetap tidak menang.

Meskipun demikian, para pendukung John Tabo-Narnabas tetap mendesak Mendagri mengesahkan keduanya, dengan melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir pada peristiwa pengusakan kantor Kemendagri.

Sejatinya Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri serta Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri bersedia menerima perwakilan massa pada Rabu siang, untuk berdialog, namun massa menolak.

Mereka menyatakan ingin bertemu langsung Mendagri Tjahjo Kumolo yang pada saat itu sedang bertugas di luar kantor.

Tak hanya itu, kelompok massa dari Barisan Merah Putih Papua pimpinan Wati Martha Kogoya mengawasi dan melakukan “sweeping” terhadap tamu asal Papua untuk melarang masuk ke Kemendagri.

Kemudian massa beranjak keluar gedung pertemuan seraya berteriak “Menteri harus turun sekarang juga”.

Sekitar 30 pengunjuk rasa masuk ke pintu depan selanjutnya menganiaya sejumlah orang dan merusak fasilitas umum.

Tercatat 10 orang petugas mengalami luka akibat penganiayaan dan kerusakan seperti pot bunga, kaca pintu Gedung F Kemendagri, kaca di atas pintu Gedung B, kendaraan dinas pejabat Kemendari nomor polisi B-1081-RFW dan kaca belakang mobil D-1704-ACZ.

***Suherman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *