Warga Kab Bandung Masih Sulit Air, Padahal Hujan Sudah Turun

Kampung Situ Patahunan, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (12/10/2017). (Foto : Ferry/Polanusa).

Kab. Bandung, Polanusa – Meski sudah memasuki musim penghujan, sejumlah warga di Kp. Situ Patahunan, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung masih kesulitan akses air bersih.

Warga masih harus berjalan sekitar 500 meter ke Situ untuk memperoleh air bersih, sebab sumur di rumah warga kering.

Hampir ditiap rumah di kampung tersebut, warga memiliki gerobak dan jerigen yang digunakan untuk mengangkut air dari Situ Sipatahunan.

Salah seorang warga Kampung Sipatahunan, Ubun (48) mengatakan dirinya pernah membuat sumur, namun air yang keluar kualitasnya jelek bahkan sering kering.

“Disini kesulitan air bersih mungkin karena letak geografis Kampung ini yang berada didekat tebing batu,” ujarnya, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, dengan enam jerigen berukuran 30 liter dan satu gerobak ia mengambil air dari situ dan bisa mencukupi untuk kebutuhan mandi dan lainnya sehari-hari.

“Ini saya lakukan setiap hari, karena susah dapat air kalau dari sumur,” katanya.

Dikatakannya, untuk mendapatkan air bersih, ia harus bersusah payah karena selain berjalan sekitar 500 mete.

Terkait distribusi air bersih dari pihak setempat, Ubun mengatakan dirinya sama sekali belum pernah merasakan aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) seperti pemukiman lain.

Ubun berharap Pemerintah Kabupaten segera memperhatikan permasalahan kebutuhan warga ini. “Pernah mengusulkan, akan tetapi belum ada tanggapan,” katanya.

Salah seorang warga lainnya, Yayat Ruhyat (51) mengatakan untuk menyiasati kesulitan air bersih di Kampung Sipatahunan, ia memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari dengan cara menampung dari talang air pipa paralon.

“Alternatif kedua menampung air hujan,” katanya.

***Ferry Bagkit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *