MUI Majalengka Minta Masyarakat Tenang, Isu Tewasnya Muazin Bahro Hoaks

Istri Bahro, Mumun (kerudung hitam) bersama Ketua MUI Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka KH Ahmad Muhidin dan Kapolres Majalengka AKBP Noviana Tursanurohmad memberikan keterangan pers terkait isu tewasnya seorang muazin yang ternyata hoaks, di Majalengka, Sabtu (17/2/2018). (polanusa/dd).

Majalengka, Polanusa – MUI Majalengka mengimbau ulama, santri, ustaz dan warga agar tetap tentram serta tidak merasa terancam terkait meninggalnya Bahro (60) yang ramai dibicarakan di media social (medsos).

“Khususnya kepada masyarakat agar tidak mempercayai isu atau informasi hoax yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan,” kata Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat KH Akhmad Muhidin, di Cikijing, Sabtu (17/2/2018).

Muhidin memastikan, bahwa H. Bahro (60) bukanlah seorang muazin seperti berita yang viral di media sosial.

“Saya pastikan informasi tersebut, adalah hoax atau tidak benar dan kami harap masyarakat jangan mempercayai isu tersebut,” kata Muhidin.

Menurutnya, Bahro (60) tinggal di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka bukan seorang muazin, ustad atau kyai, melainkan hanya masyarakat biasa.

Bersama KH Ahmad Muhidin di tempat sama, Istri korban, Mumun dan anaknya Ahmad Subendi, menegaskan bahwa peristiwa menimpa anggota keluarganya yang tewas adalah korban pencurian dengan kekerasan (curas).

“Bapak saya bukan seorang muazin, melainkan hanya masyarakat biasa dan bapak saya meninggal di teras rumah, akibat korban pencurian, yang dibunuh oleh pelaku yang hendak mencuri barang barang berharga kami,” katanya.

Sementara itu Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad, memastikan penganianyaan yang berujung pembunuhan memang terjadi, tetapi tidak melibatkan muazin atau orang gila.

“Kejadian ada, tapi tidak melibatkan muazin atau dengan orang gila,” katanya.

Berdasarkan hasil olah TKP, sambung kapolres, H Bahro, murni diduga menjadi korban curas dan saat ini kasusnya masih sedang dalam proses penyelidikan.

Oleh karena itu kata Noviana, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak percaya terhadap isu tersebut.

“Kami ingatkan agar jangan percaya berita hoax, sebab tujuan hoax hanya memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya media sosial pada dua hari ini khususnya di Facebook digegerkan postingan adanya pembunuhan terhadap seorang muazin di Majalengka dan pelakunya berpura-pura gila.

Seperti akun facebook Nabila Purnama Putri yang menyatakan dalam akunnya “INNALILLAHI WAINNAILAHI ROJIUN. Masih Ingat Siapa Kemarin yg Kepanasan Dengar Suara Adzan…??? Seorang Muadzin Bernama Bapak Bahron pada tgl 15/02/18 Menjadi Korban Pembunuhan,”.

Status itu sudah dibagikan sebanyak 7,8 ribu kali, disukai 1,2 ribu dan terdapat 53 komentar.

Sementara akun Zulkarnain Hasan memosting yang isinya “Asalamualaikum. Terjadi lagi pembunuhan seorang Muadzin Mushola, pelakunya berpura pura gila. lokasi Cikijing kabupaten majalengka, jabar. Sejenak kita doa kan. Semoga beliau ditempatkan di tempat yang terbaik,” tulisnya.

Status tersebut sudah dibagikan sebanyak 40 kali dan disukai 1,9 ribu serta dikomentari 324 orang. Selain dua status itu masih banyak pernyataan yang sama di facebook terkait berita adanya muazin dibunuh.

***Dodi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *