Kibarkan Kaos ‘2019 Ganti Presiden’ Saat Debat, Bawaslu Jabar : Pasangan ‘Asyik’ Langgar Aturan KPU

Aksi pasangan Sudrajat-Syaikhu yang membentangkan kaus bertuliskan “2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden” pada saat Debat Pilgub Jabar Putaran Kedua di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5/2018). (Polanusa/Istimewa).

Bandung, Polanusa – Badan Pengawas Pemilu  (Bawaslu) Jawa Barat memutuskan kandidat pasangan calon nomor 3 Pilgub Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaiku  (Asyik) telah melakukan pelanggaran peraturan komisi pemilihan umum saat memberikan ‘closing statement’ dalam  Debat Publik Pilgub Jabar Putaran Kedua di Kampus Universitas Indonesia, Depok, awal pekan ini.

Bawaslu menyimpulkan Sudrajat-Syaikhu telah melanggar tata tertib pelaksanaan debat publik karena membawa atribut di luar yang ditetapkan KPU.

“Memutuskan kandidat pasangan calon nomor 3 Pilgub Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaiku telah melakukan pelanggaran peraturan komisi pemilihan umum. karena saat Debat Publik Pilgub Jabar Putaran Kedua di Kampus Universitas Indonesia, Depok, membawa atribut di luar yang ditetapkan,” kata Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto, di Bandug, Kamis (17/5/2018).

Atas pelanggaran itu, Bawaslu telah memberikan surat rekomendasi kepada KPU yang bisa menjadi dasar penetapan sanksi kepada Sudrajat-Syaikhu.

Sementara, Ketua KPU  Jabar, Yayat Hidayat mengatakan,  akan mengkaji surat rekomendasi Bawaslu paling lambat tujuh hari ke depan. Setelah itu, lanjut Yayat,  KPU akan memutuskan jenis sanksi kepada Sudrajat-Syaikhu.

“Sanksinya bisa berupa teguran, teguran tertulis, hingga tidak diperbolehkan ikut debat pada debat terakhir. Nanti kita lihat dari Bawaslu bobot pelanggaran administrasinya seperti apa,” ujar Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat di Bandung, Kamis.

Sebelumnya, Bawaslu telah memanggil KPU untuk meminta penjelasan secara rinci mengenai kisruh saat debat kedua di UI itu.

Berikut pernyataan penutup  Calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat  saat Debat Publik Pilgub Jabar Putaran Kedua di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin,  14 Mei 2018.

“Bismillahirromanirrohim…Warga Jawa Barat yang saya cintai, saudara-saudara yang saya hormati. Sudrajat dan Syaikhu…saya tidak pernah menjadi Bupati, tidak pernah menjadi Gubernur. Saya hanya bekas Duta Besar. Pengalaman-pengalaman saya di luar negeri, pengalaman-pengalaman saya di Pemerintahan Tingkat Nasional akan  saya bawa dengan ilmu-ilmu yang saya miliki untuk membangun Jawa Barat yang paling modern,  maju, bertaqwa dan sejahtera. Saudara-saudara kalau  Asyik  menang, Insya Allah tahun 2019 kita akan  ganti Presiden”.

Kemudian Calon  Wakil Gubernur Nomor Urut 3 Ahmad Syaiku  mengibarkan kaos bertuliskan ‘2018 Asyik Menag, 2019 Ganti Presiden’.

Sejurus kemudian para pendukung pasangan nomor urut 2  dan sejumlah kader PDIP memprotes atas ucapan Sudrajat tersebut.  Kericuhan di arena Debat Pilgub Jabar pun tak terhindarkan, untungnya  situasi  dengan cepat bisa ditenangkan kembali.

Namun opini dan ‘suasana panas’ paska kejadian tersebut berbuntut panjang.

***Dodi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *